kompasiana.com
Rumah Tenun Puta Dino Kayangan Ngofa Tidore menjadi pusat kebangkitan kain tenun Tidore yang sempat punah. Di halaman depan terpampang nama rumah tenun dan foto Boki (putri) Tidore sebagai simbol identitas budaya. Rumah tenun ini diresmikan pada 14 September 2019 oleh Destry Damayanti dari Bank Indonesia. Di lantai bawah, penenun bekerja setiap hari menggunakan alat tenun tradisional, sementara hasilnya dipamerkan di lantai dua yang menampilkan desain khas bambu Maluku. Upaya Puta Dino Kayangan menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal dunia.
malut.kemenkum.go.id
Tidore – Kanwil Kemenkumham Maluku Utara mengunjungi gerai Puta Dino Kayangan, merek kain tenun khas Tidore yang telah menembus pasar nasional dan internasional. Analis Kekayaan Intelektual Madya Kanwil Kemenkumham Malut, Mohammad Ikbal, menyebut Puta Dino Kayangan sebagai contoh sukses produk berbasis kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlindungan hukum. Puta Dino Kayangan telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sejak Oktober 2022 dalam kelas 24 dan mendapatkan perlindungan hukum hingga November 2031. Melalui kunjungan ini, Kemenkumham Malut mengajak pelaku UMKM untuk mendaftarkan merek guna meningkatkan nilai ekonomi serta kepastian hukum usaha.
rri.co.id
KBRN, Ternate – Tenun Tidore yang sempat hilang ratusan tahun kini kembali hidup sebagai warisan budaya luhur. Kebangkitan tenun ini berawal dari kegelisahan Anita Gatmir saat menyadari Tidore kerap disebut dalam buku sejarah, namun tak memiliki kain khas yang dikenal luas. Anita menuturkan, jejak tenun Tidore ditemukan dari alat tenun tua di Kadato Kie (Istana Sultan Tidore) serta keterangan para tokoh masyarakat Gurabati yang dahulu menenun menggunakan alat sederhana bernama dino. Dalam bahasa Tidore, Puta berarti kain dan Dino berarti tenun, sementara Kayangan bermakna luhur. Setiap motif Puta Dino Kayangan sarat filosofi, seperti Marasante (keberanian), Jodati (ketulusan), dan Barakati (perlindungan Sultan). Motif-motif tersebut digali dari foto-foto tua dan arsip sejarah, termasuk koleksi Museum Leiden, Belanda. Dengan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Anita mengirim pemuda Tidore belajar menenun di Jepara dan mendirikan Rumah Tenun Puta Dino Kayangan Ngofa Tidore pada 2019. Kini, usaha tersebut memberdayakan penenun lokal dengan sistem bagi hasil dan jaminan kesejahteraan. Berkat konsistensi dan kerja keras, tenun Puta Dino Kayangan telah tampil di berbagai negara, seperti Paris, Jepang, Afrika Selatan, New York, dan Maroko. Di balik setiap helai kainnya, tersimpan budaya dan identitas Tidore yang terus hidup.
metrotvnews.com
akarta – Puta Dino Kayangan, brand tenun khas Tidore, tampil di Juragan Jaman Now Season 4 Metro TV. Pendiri Puta Dino Kayangan, Anita Gatmir, memperkenalkan upayanya menghidupkan kembali tenun Tidore yang sempat hilang hampir satu abad. Mentor acara Peter Shearer mengenakan tenun Tidore sebagai bentuk apresiasi. Para panelis, termasuk Reino Barack dan Irwan Mussry, memuji nilai budaya serta potensi pasar Puta Dino Kayangan yang dinilai modern dan kompetitif. Anita menyampaikan Puta Dino Kayangan telah berjalan sejak 2018 dan mengajukan pendanaan Rp500 juta untuk pengembangan usaha ke depan.
Gerakan budaya Puta Dino Kayangan merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah, lembaga pemasyarakatan Soa Sio, dan Dewan Serat Indonesia (DSI), yang telah memfasilitasi kemitraan dengan usaha kecil penghasil benang eri, rami, dan brownis.
Soasio, JL. Topo Tiga, Tidore kepulauan (Rumah Tenun)
Jl. Kramat No.38, Leuwinanggung, Kec. Tapos, Kota Depok (Fola Barakati)
Telepon: +62 813 1145 3108 / +62 815 1433 7014